Paradoks Hidup Manusia
"Hidup adalah Keberanian Menghadapi Tanda Tanya", begitulah kata Soe Hoek Gie dalam salah satu tulisannya ketika ia berada di saat phoetic momen dalam sebuah pendakian gunung. Entah apa yang dimaksud dengan ungkapannya ini. Tapi cukup mewakili kegelisahan saya saat ini. Meskipun Saya tidak tahu ungkapan ini ia tujukan untuk masalah apa, saya tak peduli. Memang begitulah begitulah kebiasaan seorang pemikir, suka melontarkan kata-kata yang bersifat deduktif universal. Ungkapannya ini akan saya arahkan ke salah satu bentuk paradoks Hidup Manusia. Kita tahu bahwa manusia memiliki sisi sosial dan individual. Bagaimana cara ia membawa diri dan bersikap dalam lingkup sosial tergantung pada pandangan yang ia ambil mengenai manusia. Mana yang sejati? Apakah manusia itu personal individual? Ataukah plural ? Jika manusia sejatinya adalah sendiri, bagaimana ia bisa bersosialisasi dalam masyarakat? Sedangkan makna hidup ada dalam tanggung jawab sosial yang kita ambil. Jika ma...