Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Bahasa Sebagai Produk Budaya

Gambar
  Anda tak perlu terlalu wah dengan judul. Sebab isi tulisan ini tak semewah judulnya. Ditambah lagi pembahasan di dalamnya mungkin agak sedikit jorok. Jadi pastikan anda telah cukup berumur saat membaca tulisan ini. Selain itu tulisan ini hanyalah opini yang sangat Mempunyai celah untuk disanggah. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk menulis sanggahan tulisan yang tidak ilmiah ini di kolom komentar.  Saya termasuk orang yang percaya bahwa kemampuan seseorang dalam berbahasa menandakan tingkat intelegensi orang tersebut. Alasannya sederhana. Seberapa ia mampu menyebutkan dan mengolah kata sebegitu pula pengetahuan dan kemampuan pemetaan yang ia miliki.  Saya juga percaya bahwa bentuk kata sebagai pengungkapan suatu makna sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dipegang teguh oleh Budaya orang-orang setempat yang menyepakati kata itu.  Hal ini saya yakini setelah terbersit tentang cara pengungkapan kata hubungan intim pria dan wanita dalam bahasa Jawa dan bahasa Inggr...

Semua Solusi akan Basi

 Ya, semua solusi akan Basi pada waktunya. Tak percaya? Buktikan sendiri. Disadari maupun tidak masalah yang dihadapi oleh manusia akan terus meng upgrade dirinya. Oleh sebab itu manusia mencari solusinya. Jadilah ilmu pengetahuan berkembang sedemikian rupa seperti ini.  Apakah bentuk pengetahuan dan kehidupan kita sekarang sudah final? Tentu tidak. Sebab ternyata solusi yang kita pilih menimbulkan masalah baru.  Benar kata Iksan skuter, menjadi manusia adalah masalah bagi manusia.  Bentuk dunia yang sekarang dengan berbagai ideologi, kebudayaan, dan ilmu pengetahuannya merupakan dunia versi sekian dari ragam bentuk upgrade sejarah yang telah kita lalui. Karena kita sekarang adalah versi terbaru,  apakah kita berarti kita adalah versi terbaik? Eits, Tunggu dulu, tinggal kita melihat ukuran baiknya dari mana. Jika dari kemajuan teknologi dan pemberdayaan sumber alam mungkin iya, tapi jika dari indeks kebahagiaan manusia nya mungkin tidak.  Kita tahu dunia mo...

Manusia Lumbung Kesalahan

Gambar
 الإنسان محل الخطأ والنسيان Manusia adalah tempat salah dan lupa. Benarlah ucapan Nabi ini. Siapa yang hendak mengelak? Tak ada.  Dalam hal apa saja manusia pernah salah. Akibat dari kesalahan-kesalahan yang sering diperbuatnya tak jarang orang mengalami banyak kerugian, baik material maupun non material. Inilah mengapa manusia dikatakan Tuhan sebagai makhluk yang rapuh, gopok, lemah, tak berdaya. Tidak hanya dalam hal fisik, pun begitu dengan psikis dan mental. . Apa arti خطأ ? Pada penggunaannya arti kata tersebut cenderung pada kesalahan yang timbul dari titik buta pandangan manusia. Dalam bahasa jawanya biasa kita katakan "luput". Sebuah kesalahan yang sebelumnya tidak terprediksikan.  Oleh sebab itu saya kira kata نسيان ini berhubungan erat dengan kata خطأ tadi. Kata ini memiliki arti lupa, lalai atau alpa. Mengapa kita bisa lupa? Seringkali kita lupa karena hal tersebut tidak memiliki kesan khusus, atau kita Anggap tidak begitu penting. Mengapa kita anggap tidak be...

Menyiasati Banking Education

Gambar
 Ngaji Yes, Banking Education No ! ... Inilah yg saya maksud dengan kemandirian dalam belajar. Mandiri bukan berarti tanpa guru, sebagaimana prasangka orang cupet kurang kopi ketika mendengar orasi rempeyek melempem saya, akan tetapi yg saya maksud kemandirian dalam belajar merupakan keadaan sadar pada diri untuk mengalami sendiri materi ilmu . Berusah memahami karena merasa butuh mengerti. Itulah kemandirian,. ! Teman teman siswa atau mahasiswa mungkin merasakan serunya sekolah atau kuliah hanya pada aspek sosial , teman yg gokil, mantan pacar, guru atau dosen killer, Bu guru cantik , atau gorengan kantin yg seperti triplek.  Lantas dimana kenangan manis tentang keilmuan ? Siapa yg membuatnya terlupakan ? , Mungkin jin dari Baghdad yang telah menyihir kita.. Apa yg terjadi ? Sebenarnya banyak pakar yg telah mengkritik mental pelajar dan sistem pendidikan kita. Diantaranya mungkin para siswa atau mahasiswa yg dipaksa mempelajari apa yang tidak ingin mereka pelajari . Adalagi ...