Postingan

Menampilkan postingan dengan label Egosentris sosial

Semua Solusi akan Basi

 Ya, semua solusi akan Basi pada waktunya. Tak percaya? Buktikan sendiri. Disadari maupun tidak masalah yang dihadapi oleh manusia akan terus meng upgrade dirinya. Oleh sebab itu manusia mencari solusinya. Jadilah ilmu pengetahuan berkembang sedemikian rupa seperti ini.  Apakah bentuk pengetahuan dan kehidupan kita sekarang sudah final? Tentu tidak. Sebab ternyata solusi yang kita pilih menimbulkan masalah baru.  Benar kata Iksan skuter, menjadi manusia adalah masalah bagi manusia.  Bentuk dunia yang sekarang dengan berbagai ideologi, kebudayaan, dan ilmu pengetahuannya merupakan dunia versi sekian dari ragam bentuk upgrade sejarah yang telah kita lalui. Karena kita sekarang adalah versi terbaru,  apakah kita berarti kita adalah versi terbaik? Eits, Tunggu dulu, tinggal kita melihat ukuran baiknya dari mana. Jika dari kemajuan teknologi dan pemberdayaan sumber alam mungkin iya, tapi jika dari indeks kebahagiaan manusia nya mungkin tidak.  Kita tahu dunia mo...

Gak Kabeh Masalah Kudu Kon Urus Cuk!

 Masalah sering muncul karena tafsir akan peristiwa yang berbeda dengan keinginan, idealisme, dan pola pikir manusia. Belum lagi tafsir itu terbentuk dari banyak pengaruh perasaan yang kadang suka memanipulasi cara pandang. Disinilah manusia menjadi begitu rumit. Menjadi begitu congkak penuh gengsi. Padahal ia tidak ada setitik debu dibandingkan luas alam raya. Setiap manusia memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda. Tapi dengan cara pandang yang salah ia merasa dapat mengatur segalanya.  Memang bahasa memberi manusia imajinasi atas akusisi pengetahuan. Dengan nya ia merasa tahu akan segala hal hanya dengan membaca atau mendengar cerita-cerita yang beredar. Karena merasa tahu ia merasa tertuntut untuk bersikap aplikatif. Ia tak terima kalau segalanya berjalan secara alami dan natural. Orang seperti ini hidupnya sempit. Sesempit batok kepala nya. Ia tak bisa menerima hal-hal baru dan realitas baru.  Sehingga ia berlaku semena-mena. Sok ngatur-ngatur. Sok menghukumi...