'Usri-Yusro, Penting dan Rumitnya Mempelajari Bahasa Arab
فإنّ مع العسر يسرا ، إنّ مع العسر يسرا
"Sesungguhnya bersamaan dengan kesulitan ada kemudahan, sungguh bersama kesulitan ada kemudahan"
Sebenarnya sejak dari tulisan saya yang kemarin sudah tergambar di benak saya untuk memuat ayat ini sebagai contoh fokus penting dan rumitnya mempelajari bahasa Arab. Tapi entah mengapa tak kunjung jadi Bagan narasi yang akan saya buat. Baru setelah saya mengalami sendiri sebuah kesulitan di hari-hari kemarin saya menemukan Bagan narasi yang pas. Masalah apa? itu rahasia 😄. Seolah Tuhan tak memperbolehkan saya untuk sekedar omong kosong dan membual dengan ayat-ayat Nya. Tuhan maha Asyik, kata Mbah Tedjo.
Kita orang awam yang sekilas melihat terjemah ayat ini pastinya menyangka bahwa pengulangan dalam ayat tersebut hanyalah penegasan dari kalimat sebelumnya. Ya, tidak salah. Tapi jika kita menelaah dengan kaidah bahasa Arab yang tepat kita akan menemukan hal baru selain penegasan.
Kata العسر pada kalimat kedua terdapat ال ta'rif yang berfaidah li'ahdi Dzikri. Artinya kesulitan yang ada pada kalimat kedua adalah sama dengan kesulitan yang pertama. Berarti kedua lafadz tersebut menceritakan satu hal. Seperti ketika kita berkata, "tadi datang seorang laki-laki, kemudian laki-laki tersebut duduk".
Kata laki-laki yang kedua adalah sama dengan kata laki-laki yang pertamakali disebutkan. Begitulah kiranya maksud dari Li'ahdi Dzikri.
Lain halnya dengan Lafadz يسرا pada kalimat kedua. Ia tidak dimasuki oleh ال . Yang menandakan ia nakiroh. Artinya kemudahan yang ada pada kalimat kedua bukanlah kemudahan yang ada pada kalimat pertama. Jadi ia merupakan kemudahan yang berbeda. Jika bisa disimpulkan berarti bersamaan dengan satu kesulitan terdapat dua kemudahan.
Dari sinilah baru kita menelusuri apa yang dimaksud dengan satu kesulitan dan dua kemudahan itu.
Karena Saya bukan seorang mufassir akhirnya saya buka tafsir. Dan Ketemulah itu tafsirnya, bahwa bersamaan dengan kesulitan di dunia terdapat dua kemudahan, pertama kemudahan di dunia, berupa jalan keluar atau hikmah terbukanya kebaikan yang baru (meskipun kesulitan tadi tidak terselesaikan). kedua kemudahan di akhirat, berupa pahala dari suatu ujian atau terampuninya dosa sebab kesulitan yang kita alami sewaktu di dunia.
Ah, . Pede saja banyak masalah, semoga Tuhan memberikan jalan keluar sekaligus pahala dan ampunan, pikir saya. 😄
Setelah menelaah tafsir ini saya jadi teringat suatu hadits yang dikaji di saat saya mondok dulu, bahwa suatu hari nabi mencari salah satu sahabatnya yang tidak hadir shalat berjamaah. Dikabarkanlah pada beliau bahwa sahabat tersebut terserang demam. Nabi pun mengunjunginya. Sang sahabat tersebut minta didoakan agar lekas sembuh. Akan tetapi Nabi menjawab bahwa beliau telah berbicara dengan penyakitnya, dan si penyakit demam bilang bahwa ia diutus untuk melebur dosa-dosa sang Sahabat.
Sang sahabat pun kemudian ridlo dengan penyakit yang dideritanya.
Begitulah kiranya isi hadits tersebut.
Dari sini bisa kita bayangkan penting dan rumitnya mempelajari bahasa Arab. Ada pola-pola simbolik yang menjadikan perbedaan makna.
Jadi jika anda ingin menekuni dunia pengetahuan Islam, mempelajari nahwu shorof bahkan balaghoh adalah hal yang mutlak. Jika tidak ya anda harus berpuas diri dengan terjemahan yang merupakan bahasa kedua, bukan bahasa aslinya. Anda tidak akan mampu merasakan narasi dan simbol-simbol yang diisyaratkan oleh penulis. Sebab kita tahu bersama bahwa setiap bahasa memiliki cita rasa yang berbeda.
Jika anda masih muda sempatkanlah, anda tidak akan rugi, sebab logika nalar anda akan terasah disana. Nikmatilah setiap tahap proses nya.
Jika anda sudah tua seperti saya, ya terserah anda. Yang terpenting adalah mendayagunakan nikmat Tuhan sesuai dengan tupoksinya, sebab itulah definisi dari syukur.
Sekian, terimakasih 😊
Komentar
Posting Komentar