Kita sendirilah Benalunya

 Ada yang menarik saat iseng-iseng saya buka maktabah syamilah versi android. Serasa nemu durian runtuh saya sangat bahagia mendapat hadiah hanya dengan iseng membuka beberapa kitab karya para ulama' terdahulu. Jangan berfikir kalau hadiahnya berupa dorprize sepedah motor. Trlalu mustahil .. heheh.

Tapi meski demikian hadiah ini tak kalah dengan sepedah motor. Kalau motor dapat membawa tubuh kita dari suatu tempat ke tempat lain, ini bahkan dapat membawa jiwa kita dari kegelapan menuju cahaya. Hahha.


Anda yang pernah mengalami masa menjadi mahasiswa mungkin pernah mengalami saat-saat terpukau, terpesona, dan takjub dengan bangunan pengetahuan Barat. Entah dengan filsafatnya, ideologi dan pemikirannya di segala aspek kehidupan. Sosial, politik, ekonomi, Pendidikan, maupun sains dan teknologi. 

Tak masalah, saya juga pernah. Sebab apa? Sebab saya pikir dunia keilmuan Islam sudah kekeringan sumber. Tak relevan sebab terlalu didominasi oleh fiqih dan tasawuf. 

Apakah memang demikian? Padahal kita tahu para pakar muslim zaman dahulu telah diakui oleh dunia disetiap bidang.

Nyatanya tidak!. 

Apa yang saya temukan di maktabah syamilah versi android saya menolak segala hal itu. Khazanah Islam begitu megah. Filsafat ada, ekonomi ada, politik ada, psikologi ada, segalanya ada.

Bahkan jika dirunut sejarahnya dapatlah kita tahu bahwa para pakar muslim inilah yang menginspirasi para tokoh barat.

Lantas kenapa kita tidak merujuk pada karya mereka dan condong pada para pemikir barat?

Mungkin banyak sekali alasan. Tapi menurut saya ada dua yang penting, tidak keren dan kita tidak paham bahasa Arab. Itu patut kita akui.

...

Alasan pertama saya ambil dari tulisan teman saya yang pernah menulis tentang ini.

Sedangkan Alasan kedua adalah pengalaman saya memperhatikan teman-teman mahasiswa non pesantren. dapat dimaklumi, sebab banyak refrensi-refrensi penting yang belum ada trjemahnya dalam bahasa Indonesia. Mau langsung merujuk pada sumber asalnya tak paham. Akhirnya ya merujuk ke tokoh barat saja, disamping lebih mudah toh banyak sekali yang sudah ada terjemahannya. Sebab nyatanya bahasa Inggris lebih mudah daripada bahasa Arab. 

Sungguh saya tak bohong. Coba sendiri kalau tak percaya. . .


Apa benar dunia keilmuan Islam didominasi oleh fiqih dan tasawuf?

Ya, benar!. Lihat saja kurikulum-kurikulum pesantren di Indonesia. 


Tapi ini samasekali bukan merupakan representasi dari keringnya sumber dalam dunia pengetahuan Islam seperti yang saya sangka pada pada awal topik tadi.


Sebab tasawuf adalah puncak filosofis, dan fiqih adalah puncak praksis. 

Sebagaimana puncak, keduanya dibangun dari berbagai pengetahuan dibawahnya. Sosial, politik, ekonomi, sains, psikologi dan lain-lain yang tentunya akan dengan mudah kita deteksi jika kita benar-benar mendalam. 


Jadi sebenarnya kita minder karena kita dangkal dan lagi-lagi menderita cacat bahasa. Titik . 

Meskipun tetap saja anda bisa katakan bahwa pengetahuan adalah kekuatan, yang tidak punya kekuatan harus terima untuk dijajah pengetahuannya, ataupun anda katakan sejarah milik para pemenang, tapi itu bukanlah kapasitas saya untuk mengutarakannya. 

Daripada saya sok-sokan ngomong sesuatu yang diluar kapasitas saya lebih baik menganggap kita sendirilah yang menjadi benalu dalam dunia pengetahuan Islam. Agar sesuai dengan syekh Muhammad Abduh

الإسلام محجوب بالمسلمين

Adapun jika ingin Bukti pentingnya sekaligus rumitnya belajar bahasa Arab insyaallah akan saya tunjukkan pada tulisan saya selanjutnya. Sekian, terimakasih!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengetahuan-pengetahuan yang mungkin menyelamatkanmu ketika membaca kitab kuning

Urban Sufisme, Butuhkah?

Menyiasati Banking Education