Manusia Lumbung Kesalahan


 الإنسان محل الخطأ والنسيان

Manusia adalah tempat salah dan lupa.

Benarlah ucapan Nabi ini. Siapa yang hendak mengelak? Tak ada. 

Dalam hal apa saja manusia pernah salah. Akibat dari kesalahan-kesalahan yang sering diperbuatnya tak jarang orang mengalami banyak kerugian, baik material maupun non material.

Inilah mengapa manusia dikatakan Tuhan sebagai makhluk yang rapuh, gopok, lemah, tak berdaya. Tidak hanya dalam hal fisik, pun begitu dengan psikis dan mental.

.

Apa arti خطأ ?

Pada penggunaannya arti kata tersebut cenderung pada kesalahan yang timbul dari titik buta pandangan manusia. Dalam bahasa jawanya biasa kita katakan "luput". Sebuah kesalahan yang sebelumnya tidak terprediksikan. 


Oleh sebab itu saya kira kata نسيان ini berhubungan erat dengan kata خطأ tadi.

Kata ini memiliki arti lupa, lalai atau alpa.


Mengapa kita bisa lupa?

Seringkali kita lupa karena hal tersebut tidak memiliki kesan khusus, atau kita Anggap tidak begitu penting. Mengapa kita anggap tidak begitu penting? Karena ada yang menurut kita lebih penting. Tapi nahasnya sering kali kita kecele', Sebab ternyata yang kita anggap tidak begitu penting ternyata lebih penting.


Lantas apa yang membuat kita salah dalam mengukur penting dan tidaknya suatu hal?

Adalah Lena. Ya, kita mudah terlena.


Jadi kita sering salah perhitungan sebab kita lupa mana yang lebih penting, dan kita lupa karena kita rentan terlena.

Misalnya,

Mengapa kita patah hati? Karena kita salah memperhitungkan bahwa perpisahan adalah hal yang mutlak. Lantas kenapa kita lupa akan kebenaran itu? Karena kita tidak menganggap hal itu penting untuk diingat. kenapa kita menganggap tidak penting untuk diingat? Karena kita terlena oleh kesenangan yang ditimblkan oleh hasrat mencintai, Eros namanya. Lagian siapa juga yang mau membayangkan perpisahan ditengah rasa cinta yang mendalam? 😂. Itulah manusia, mudah terlena. Tapi pada akhirnya kelalaian inilah yang membuat kita sedih tak karuan.


Itu hanya salah satu contoh. 

Masih banyak lagi hal yang membuat kita terlena, sehingga akhirnya menimbulkan kesedihan yang luar biasa ketika kenyataannya hal itu tidaklah abadi.

Harta, tahta, loyalitas, pujian, dan hal-hal lain yang memberikan ekspektasi berlebihan pada otak kita Sehingga kita amat sulit untuk waspada. 

Dari hal ini pula dikatakan dalam sebuah kata-kata mutiara bahwa janganlah kamu memberi keputusan saat dalam keadaan begitu bahagia, begitu sedih, atau begitu marah. Sebab perasaan-perasaan ini sangat berpotensi membuat kita terlena. Sehingga kita tidak bisa jernih dan waspada. 

Dan konon kewaspadaan inilah yang disebut Taqwa

...

Dari segala kelemahan kita itulah Tuhan dengan segala kasih sayang Nya memberikan banyak ruang untuk kita beristighfar, memohon ampun atas segala kesalahan sehingga kita dapat menatap hidup dengan lebih optimis . Tidak terpuruk dengan segala kekurangan yang kita miliki dan terus maju untuk dapat berkembang menjadi lebih kuat dalam menghadapi kehidupan. 

Dan pun demikian dengan sesama manusia. Semoga kita dapat lebih saling terbuka dan memaklumi segala kekhilafan. Lebih luas hati untuk saling memaafkan antar sesama pejalan. 

Sekian 🙃 

Wallahu a'lam ⁦☺️⁩⁦☺️⁩⁦☺️⁩


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengetahuan-pengetahuan yang mungkin menyelamatkanmu ketika membaca kitab kuning

Urban Sufisme, Butuhkah?

Menyiasati Banking Education