Kembara Sunyi

Di hutan yang teduh

Harimau memangsa rusa

Dan di semilir angin

Rusa mencabik-cabik rerumputan.

Dan di gelapnya malam

Diam-diam rumput menyesap-nyesap

Saripati bangkai harimau.

Sang pengembara hadir untuk mencari makna

Bagaimana rusa yang begitu anggun 

Harus mati tanpa ia tahu apa salahnya.

Bagiamana rerumputan harus tumbang

Tanpa sadar apa yang telah diperbuatnya

Bagaimana harimau yang telah menjadi bangkai

Tak bisa beristirahat dalam kuburan yang tenang.

Sang pengembara manapaki sepi 

Ia mencari keheningan abadi.

Bagaimana sebab tak pernah menjadi sebab sesungguhnya.

Bagaimana akibat hanyalah kumpulan fakta yang beriringan.

Ia menapaki angin 

Menelaah hujan

Mengakrabi badai.

Bahwa sebening itulah kebenaran.

Sehangat itulah kesejatian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengetahuan-pengetahuan yang mungkin menyelamatkanmu ketika membaca kitab kuning

Urban Sufisme, Butuhkah?

Menyiasati Banking Education