Cara Agar Bisa Gayeng dalam Membaca
Membaca merupakan hal yang berat bagi kebanyakan dari kita. Buktinya kita lebih suka mendengarkan cerita daripada mencari langsung sumber informasinya. Agaknya inilah yang membuat kita tidak sabaran dalam mengolah pengetahuan. Sehingga kita suka plang-pleng, tidak pikir panjang, dan malas menerka berbagai macam kemungkinan.
Ini entah berbahaya atau tidak, bukanlah urusan saya. Saya hanya ingin bercerita bahwa ada trik untuk menjadi pembaca yang Gayeng. Anda bisa menjadi seorang pertapa di tengah keramaian dunia dengan buku sebagai mediumnya. Kalau kata Najwa Shihab hanya butuh satu buku untuk bisa mencintai buku lain. Saya setuju, tapi kita butuh trik khusus untuk Gayeng membaca, tidak hanya berbekal cinta. Sebab kita tahu, cinta bisa memuai. Tak lagi padat, dan kadang tak sampai klimaks. Ejakulasi dini, sedini raut wajah malam hari.
Untuk bisa menjadi pembaca yang Gayeng hilangkan ambisi untuk memahami isi buku.
Itu hanya akan membebani pikiran anda. Ketika Anda sudah berat di pikiran, yang muncul hanyalah rasa frustasi dan kecewa bila pemahaman tak dapat diraih. Ingatlah kaidah bahwa semakin besar pengharapan semakin besar pula kekecewaan. Membaca adalah bertapa dalam goa sunyi, pemahaman hanyalah bonus.
Jika Anda tipe orang yang suka mendengar cerita, maka bacalah buku dengan mengandaikan diri anda sedang di ajak bicara oleh penulis. Hargailah ia selayaknya anda menghargai orang yang mengajak anda bicara. Dengarkan saja apa yang ia tuturkan. Bila faham ucapkan terimakasih. Bila tidak faham ucapkan maaf. Mohonlah ia untuk mengulang cerita nya sekali lagi. Bila masih tidak faham jangan dipaksa, kasihan. Biarkan ia menuturkan ceritanya hingga ia merasa lelah.
Jika anda tipe orang yang suka bercerita, di dunia nyata suka menjadi provokator majlis ghibah, maka bacalah buku seolah-olah Anda adalah penulis yang sedang membacakan cerita pada orang lain (yang tidak lain adalah diri anda sendiri). Buatlah ia tertarik dengan yang anda ceritakan. Bayangkan ia sedang tersenyum dan bergairah menanti cerita anda selanjutnya. Jika anda tidak faham dengan apa yang anda ceritakan pasanglah tampang seolah-olah Anda paham. Biar orang yang anda jelaskan tetap setia dengan cerita anda.
Dua hal itu bisa anda pilih salah satu. Kalau saya pribadi tergantung mood.
Dan hal yang paling penting dari semua itu adalah pastikan intonasi pembacaan anda tepat. Biar lebih enjoy dalam menyimak atau menuturkan cerita.
Ingatlah, jangan berambisi paham! Karena Setiap ambisi adalah jerat. Ia kadang serupa dengan perempuan seksi yang di tangan kanannya membawa bunga, tapi di tangan kirinya terselip pisau kekecewaan yang tajamnya tak terhingga.
.
Buku adalah teman setia. Kalau kita belum bisa memahaminya ia akan dengan senang hati menanti hari lain, bulan lain, atau bahkan tahun lain untuk kembali dapat bercengkrama.
Komentar
Posting Komentar